Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Sabtu Pagi, 29 Maret 2014

Oleh Nashihah El-Abif


Tulisan ini adalah salah satu dari tulisan dalam "Seri Dawuh Bapak Jalal di Suatu Sabtu Pagi". Tulisan lainnya dapat diikuti dalam kategori pakkyai.




Siapa yang bisa menjamin akhir hidup seseorang kalau bukan Allah semata? Bal’am, seorang ulama pada zaman Nabi Musa as. yang sangat ta’at pada Allah, ma’rifat, dan semua doanya dikabulkan oleh Allah, ternyata meninggal dalam keadaan su-ul khotimah. Na’uudzubillaahi min dzaalik.

Kawan, belum tentu orang yang kita nilai tidak baik, mempunyai akhir yang tidak baik pula. Pun belum tentu orang yang kita nilai baik, mempunyai akhir yang baik -allaahumma innaa nas-aluka husni-l khaatimah, wa na’uudzubika min suu-il khaatimah-. Kita sebagai hamba yang lemah hanya bisa memohon untuk ditunjukkan jalan yang lurus dengan melafalkan ihdina-sh shiraatha-l mustaqiim setiap harinya dan terkadang menambahi dengan rabanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaytanaa wa hab lanaa min ladunka rahmah, innaka anta-l wahhaab. Itulah k…

Sabtu Pagi, 22 Maret 2014

Oleh Nashihah El-Abif


Tulisan ini adalah salah satu dari tulisan dalam "Seri Dawuh Bapak Jalal di Suatu Sabtu Pagi". Tulisan lainnya dapat diikuti dalam kategori pakkyai.

Sabtu pagi ini, pengajian rutin Mukhtashor Ihya’ sampai di bab ‘ujub. Hal yang belakangan ini mulai menjamur seiring dengan maraknya budaya individualis. Hal yang mulai mengikis budaya bangsa timur yang kolektifis, yang menghargai peran serta pihak lain dalam pencapaiannya. Ironis sekali.
Pagi ini, Bapak juga bercerita tentang banyak hal. Sampai-sampai tidak ada pembacaan Hizb Bayyumi yang biasanya rutin dibaca setiap sabtu pagi. Berikut cerita-cerita inspiratif bapak yang tertangkap oleh saya;

Belajar mengajar
Banyak hal di dunia ini yang baru bisa kita mengerti setelah beberapa waktu, entah itu dalam hitungan jam, hari bulan, tahun, windu, dasawarsa, atau bahkan abad. Seperti yang pagi ini dicontohkan oleh Bapak Jalal.

Dulu saat masih nyantri, Bapak pernah didawuhi oleh Kyainya untuk mengajari dua orang anak te…