Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Lomba Menulis Kaidah Fiqh

Lomba Menulis di Lentera Ma’had Media Keilmuan Madrasah Diniyah Wahid Hasyim. Saatnya berbagi pengetahuanmu untuk semua.



Khasanah dan Tradisi Keilmuan Pesantren Sebagai Pusaka Bangsa

Khasanah dan Tradisi Keilmuan Pesantren Sebagai Pusaka Bangsa Berbicara tentang pesantren tidak bisa lepas dari kebangkitan para Ulama’ Nusantara yang mengkristal dalam tubuh Nahdlatul Ulama’ serta beberapa Ormas dan jam’iyyah lain yang masih dalam haluan Ahlussunah wal jama’ah tentunya. Sejak awal lahirnya pesantren yang dimotori oleh para Auliyaallah dan para Ulama’ sebagai penerusnya, pesantren merupakan suatu habitat bagi tumbuh kembangnya khasanah dan tradisi keilmuan. Salah satu tempat bersemainya ilmu pengetahuan adalah pesantren, pesantren adalah Kanzul Ulum gudangnya berbagai ilmu pengetahuan, pesantren adalah laboratorium besar bagi tumbuh kembangnya ilmu pengetahuan. Bagi orang seperti saya yang sejak kecil sudah merasakan atmosfir pesantren tidaklah berlebihan jika saya katakan demikian, dan mungkin hal ini juga boleh dikatakan hanya merupakan sebuah kesimpulan yang bersifat subyektif belaka, tapi yang perlu digaris bawahi adalah seberapa dekat jarak pandang saya terhadap pe…

Perijinan Imtihan Madin

Surat Ijin Imtihan Madrasah Diniyah Wahid Hasyim.



Download



Surat ini hanya berlaku untuk satu kali perijinan / satu mata dirasah Ditandatangani oleh Ketua Asrama, Pengampu Dirasah, dan Pengurus Madin, dan selanjutnya disimpan oleh santri sebagai bukti ijin.

Laku Sufi Versi Santri Ala WeHa Sebuah Catatan Tepi Kitab Muhtashor Ihya'ulumuddin

Laku Sufi Versi Santri  Ala WeHa Sebuah Catatan Tepi Kitab Muhtashor Ihya'ulumuddin Oleh ; M. Ariffur R.
Kita semua tau dan faham tentang tata aturan yang ideal dalam berfikir sehat, dan kitapun semua sudah faham akan pentingnnya berfikir kitis namun tetap sehat dan tidak apatis, agar tidak terjebak dengan lingkar kejumudan yang selama ini menjadi momok kita bersama dan selalu membelenggu kemerdekaan kita dalam berfikir. Meski terasa sulit bahkan hampir mustahil meraih predikat mujtahid tak lantas kita menganggap gerbang telah rapat tertutup bagi kita. Tak mampu mencapai bukan berarti tak mungkin mendekat, tak mampu manunggal bukan berari tak mungkin memandang dan bertaqorrub, demikianlah kiranya istilah yang sesuai untuk menggambarkan suatu keadaan yang sering kita alami dalam kebuntuan hidupan ini, yang juga patut kita fahami bersama tentang pentingnya suatu proses dalam menentukan arah perjalanan hidup yang dalam bahasa lain disebut laku (lelaku). Orang-orang terminal akan sangat l…

Setujukah FPI Dibubarkan?

Oleh Ahmad Farid Mubarok
Tema Bahtsul Masail Kelas Ula C Madrasah Diniyah Wahid Hasyim
Tanggal 10 Desember 2014

Banyak alasan mengapa FPI pantas dibubarkan. Di samping aksi-aksi kekerasannya, alasan yang lebih fundamental adalah karena FPI memperlihatkan penolakannya terhadap perbedaan melalui aksi-aksi mereka yang ditujukan terhadap kalangan minoritas. Pantaskah umat Islam selalu ingin menang sendiri apalagi dengan memamerkan kekerasan di tengah-tengah masyarakat kita yang begitu majemuk?

Menolak satu kelompok kecil yang kerap melakukan tindakan anarkis dalam aksi-aksinya ini bukan berarti kita melanggar kebebasan suatu kelompok masyarakat dalam berserikat. Tetapi, ini berdasar pada kebutuhan mutlak manusia yaitu kebebasan dari tekanan. FPI melanggar hak asasi warga negara lainnya ketika mereka terus melakukan kekerasan keji dalam setiap aksinya, apalagi dengan tangan mereka menghunus senjata tajam. Menjadi ironi karena pekik Allahu Akbar dimanipulasi sebagai perisai untuk menyatakan bah…

Hukum Menyentuh dan Membaca Alquran ketika Haidl

Bhatsul Masail Kelas Ulya B
Studi Kasus Di sebuah peesantren tahfidz, terdapat salah satu santriwati yang bernama Hana. Dia merupakan santriwati yang sangat giat dalam membaca dan menghafal alquran, tetapi dia mempunyai tingkat memori hafalan yang sangat lemah. Jika sehari saja dia tidak mengulang hafalan yang sudah dihafal, maka hafalan yang telah dihafal sebelumnya terlupakan. Sedangkan Hana adalah seorang perempuan yang pada kodratnya mempunyai keadaan Haidl. Dan pada saat haidl, Hana tetap masih menyentuh dan membaca Alquran demi mempertahankan hafalannya.
Pertanyaan 1.Bagaimanakah hukum menyentuh Alquran ketika Haidl? 2.Bagaimanakah hukum membaca Alquran ketika Haidl? 3.Bagaimana cara mempertahankan hafalan hana ketika Haidl?
Jawaban يحرم على الحائض ثمانية اشياء احدها الصلاة فرضا او نفلا وكذا سجدة تلاوة والشكر والثاني الصوم فرضا او نفلا والثالث قراءة القرآن والرابع مس المصحف وهو اسم للمكتوب من كلام الله بين الدفتين وحمله. (قوله والثالث قراءة القرآن ) اى بأن تتلفظ وتسمع نفسها حيث كانت معت…

Batasan Aurat Menurut 4 Madzhab

Disususn oleh: 1.Sofi Salma Latifah 2.Tsalitsa kamallina 3.Siti Rojiatul  Alawiyah 4.Siti Khanifah 5.Usailatu W
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Telah kita ketahui bahwa aurat wanita alaha dari ujung kepala hingga ujung kaki kecuali, wajah dan telapak tangan. Tetapi banyak wanita yang menyalah gunakan aturan itu. Banyak diantara mereka yang enggan menutup seluruh bagian dari aurat mereka karena beberapa alasan.
Kita tahu bahwa salah satu ciri yang dapat ditunjukkan wanita muslimah adalah menjaga aurat atau menutup aurat. Tetapi dijaman sekarang ini banyak wanita yang enggan memakai jilbab baik menutup kepala atau aurat. Mereka sudah terpengaruh oleh dunia model yang semakin lama semakin mencemaskan bagi kaita semua.
Oleh karena itu, kondisi yang demikian ini merupakan suatu kemunduran bagi akhlak wanita muslimah. Dalam masalah berjilbab atau menutup aurat ini para wanita banyak yang mencari-cari alasan agar bisa terlepas dari syariat atau mennemukan pembenaran bahwa tidak …

Kiai Ali Maksum dan Dinamisasi Teks-teks Klasik

Kiai Ali Maksum dan Dinamisasi Teks-teks Klasik

Ketika bersantai bersama teman-teman guru dalam suatu obrolan seputar peran ulama, salah seorang dari mereka menyodorkan buku berjudul “Seratus Tokoh Islam Indonesia yang Paling Berpengaruh”. Penulisnya menempatkan KH Hasyim Asy’ari para posisi pertama, disusul kemudian berturut-turut tokoh pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dan proklamator kemerdekaan Ir Soekarno. Yang menarik ketika membuka daftar isi buku itu adalah tercantumnya nama Kiai Haji Ali Maksum pengasuh pondok pesantren Krapyak Jogjakarta.
Beliau adalah menantu KH Muhammad Moenawwir , pendiri pondok tersebut, seorang ulama Al-Qur’an yang memiliki reputasi hebat, yang mana dari tangan beliau lahir ulama’-ulama’ sekaliber KH Arwani Amin Kudus, KH Muntaha..
Sebagai salah satu lulusan krapyak tentunya secara pribadi bangga mana kala pengasuhnya “dianggap” sebagai sosok yang memiliki pengaruh. Tidak main-main pengaruh itu dalam skala nasional. Namun sesaat kemudian terlintas pi…