Setujukah FPI Dibubarkan?

Aksi Anarkis Front Pembela Islam



Oleh Ahmad Farid Mubarok
Tema Bahtsul Masail Kelas Ula C Madrasah Diniyah Wahid Hasyim
Tanggal 10 Desember 2014

Banyak alasan mengapa FPI pantas dibubarkan. Di samping aksi-aksi kekerasannya, alasan yang lebih fundamental adalah karena FPI memperlihatkan penolakannya terhadap perbedaan melalui aksi-aksi mereka yang ditujukan terhadap kalangan minoritas. Pantaskah umat Islam selalu ingin menang sendiri apalagi dengan memamerkan kekerasan di tengah-tengah masyarakat kita yang begitu majemuk?

Menolak satu kelompok kecil yang kerap melakukan tindakan anarkis dalam aksi-aksinya ini bukan berarti kita melanggar kebebasan suatu kelompok masyarakat dalam berserikat. Tetapi, ini berdasar pada kebutuhan mutlak manusia yaitu kebebasan dari tekanan. FPI melanggar hak asasi warga negara lainnya ketika mereka terus melakukan kekerasan keji dalam setiap aksinya, apalagi dengan tangan mereka menghunus senjata tajam. Menjadi ironi karena pekik Allahu Akbar dimanipulasi sebagai perisai untuk menyatakan bahwa kekerasan yang mereka lakukan seolah-olah atas persetujuan Tuhan.

Dibalik kehadiran FPI yang memakai jubah putih dan sorbannya sebagai simbol mereka, entitas masyarakat yang secara sistematis kerap melakukan kekerasan dalam aksi-aksinya ini kerap kita lihat aksi-aksinya yang melawan hukum. Lihat misalnya rangkaian ancaman serta tindak kekerasan terhadap gereja dan jemaatnya, Ahmadiyah, Komunitas Lia Eden, pers, tempat-tempat hiburan, warung makan kecil di bulan Ramadlan, Tragedi Monas, perusakan gedung Kementerian Dalam Negeri, dan lainnya. Kita jangan sampai tertipu oleh pakaian yang dikenakan FPI. Di Indonesia memang jubah dan sorban putih identik dengan simbol kesalehan dan identik dengan Islam. Simbol tersebut hanya dimanfaatkan FPI untuk menyembunyikan wajah aslinya, sehingga kebrutalan kelompok ini dalam melakukan kekerasan dan pengrusakan oleh masyarakat kerap didiamkan, bahkan ironisnya ada yang menyetujui tindakan FPI yang selalu mengatasnamakan agama itu.

Tindakan-tindakan FPI yang cenderung main hakim sendiri menjadi salah satu contoh nyata betapa memang kekerasan berbasis agama semakin sering dilakukan. FPI hanya simbol saja dan sama sekali tidak mewakili kekuatan komunitas besar yang dalam hal ini Islam. Tidak bisa mereka mengatasnamakan umat Islam Indonesia.


FPI harus dibubarkan. Indonesia yang terkenal dengan penduduk muslimnya terbesar di dunia harus memberikan jawaban bahwa Islam adalah agama yang membawa pesan perdamaian dan cinta kasih. Setuju?





0 komentar:

Posting Komentar

 

Galeri Madin Weha

Entri Populer