Langsung ke konten utama

Satu Hari Belajar Ushul Fiqh bersama Madin



Dalam rangka menguatkan ilmu metodologi hukum Islam, Madrasah Diniyah Wahid Hasyim, Minggu 12 April 2015, menyelenggarakan Satu Hari Belajar Ushul Fiqh. Bertempat di Gedung Mts. Wahid Hasyim Lantai II, Abdul Hadi Centre Pondok Pesantren Wahid Hasyim, acara ini dihadiri peserta dari berbagai kelas dan berbagai asrama, pondok maupun non-pondok. Dibuka pukul 08:30 sampai 15:30 materi ushul fiqh dibagi menjadi lima sesi dengan lima dengan lima pemateri yang berbeda.

Materi Ushul fiqh ini dibawakan pemateri secara tematik. Syari’ah, Fiqih, dan Ushul Fiqih oleh Ust. Najib Mubarok, ‘Am dan Khas, Mutlaq dan Muqayyad, Mujmal dan Mubayyan oleh Ust. Aqib Fatah Abdi, ‘Amr (Perintah) dan Nahy (Larangan), Muhkamat dan Mutasyabihat oleh Ust. Ahmad Jaelani, Ijma’ dan Qiyas, Nasakh dan Mansukh oleh Ust. Syafaat Shareh Syifa, dan Mashlahah Mursalah oleh Ust. Arif Kurniawan.

Kepala Madin, M. Zainul Hakim menilai acara ini berlangsung sukses. “Madin menilai acara ini berlangsung sangat sukses. Karena panitanya ketua-ketua kelas, pantas saja acaranya berlangsung bagus sekali” komentarnya seusai acara. Hal senada disampaikan pengurus Madin yang lain. Melihat antusias peserta yang hadir dari awal sampai akhir acara, Madin lalu menanggapinya dengan kedepannya memberi model seminar satu hari yang berbeda. “Nanti madin mengadakan seri yang lain, semisal satu hari belajar Ulumul Qur’an, satu hari belajar Ulumul Hadits, atau satu hari belajar Sejarah Kebudayan dan Peradaban Islam,” kata Ahmad Farid pada sesi penutupan acara yang disambut meriah seluruh peserta dengan mengusulkan tema-tema yang lain.

Berikut daftar peserta

No
Nama
Kelas
Asrama
1
Afrida Arinal Muna
Ulya B
Al-Hidayah
2
Ahmad Khusaini
I’dadiyah A
Al-Farobi
3
Ahmad Mufti
Ma’had Aly
Abu Bakar
4
Ahmad Syarif Sirojuddin
Ma’had Aly
Syafi’i
5
Aisyam Mardiyah
Wustho B
AHC
6
Alvianti
Ula B
Non Pondok
7
Alviani Wahyu Agustina
Ula C
AHC II
8
Anika Mir'atul Bariroh
Ulya C
AHC
9
Anisa Daris Setyawati
I'dadiyah B
Non Pondok
10
Anisah Ul Mukaromah
Ulya B
Al-Hikmah
11
Annisa Dewi Fatimah
Ulya B
Al-Hikmah
12
Arina
Wustho B
An-Nur
13
Arlin Nur Ainina
Ula C
AHC II
14
Asngat Hidayat
Wustho A
Utsman
15
Awalia Rahmawati
Ula C
AHC II
16
Azima Prisma Vera
Ula C
AHC II
17
Badrotus Solihah
Wustho B
Al-Hikmah
18
Bonita Arifatul Maula
Ulya C
Al-Hikmah
19
Desi Vita Fatma
Ulya C
Al-Hikmah
20
Dewi Fittriya
Ula C
AHC II
21
Dita Probo Susanti
Ula B
An-Nur
22
Dwi Arini Zubaidah
Ulya C
Tahfidz II
23
Eka Mardiyana Rosila
Ulya C
Al-Hikmah
24
Eka Nur Fauziah
Ula C
AHC II
25
Erna Noviani
Ulya C
Al-Hikmah
26
Falasifatul Asifa
Ulya C
Al-Hikmah
27
Fatihatun Nahdliyah
Ulya B
Al-Hidayah
28
Fauzul Murtafi’ah
Wustho C
An-Nisa
29
Fuad A. Mukti
Wustho A
Non Pondok
30
Hana Lutfi Alifah
Ulya B
Halimah
31
Husnul Khotimah
Wustho C
Al-Hidayah
32
Indah Rofatul Aini
Ulya C
An-Nisa’
33
Indri Puspitarini
Ula B
HD-T
34
Ismatul Izzati
Wustho B
Al-Hidayah
35
Khoerul Azam
Wustho A
Utsman
36
Laila Hammada
Wustho C
An-Nisa’
37
Lia Mamba’atu Salamatir Rifah
Ula C
AHC II
38
Lulu Lubna Aharina
I’dadiyah B
AHC II
39
Luluk L Mufida
Wustho C
An-Nisa
40
M. Aulia Rahman
Wustho A
Utsman
41
M. Dhani Habibi
Wustho A
Utsman
42
M. Iqbal Rahman
Ulya A
Utsman
43
M. Muchlas Ade Putra
I’dadiyah A
Ilyas
44
M. Nurrohman
I’dadiyah A
Utsman
45
M. Rifqi Zulfikar Al Ansori
Wustho A
Utsman
46
M. Zainal Abidin
Wustho A
Non Pondok
47
Machmudah Asrifatun
I’dadiyah B
AHC II
48
Maria Ulfa
Wustho B
AHC
49
Mar’atun Sholihah
Ula C
AHC II
50
Mar’atun Suroya
Wustho C
An-Najah
51
Muhammad Afrizal
I’dadiyah A
Utsman
52
Muhammad Toha Yahya
Wustho A
Abu Bakar
53
Muslikhah Nurbaiti
I’dadiyah B
AHC II
54
Nabeela Fanny Aditya
Ulya C
Al-Hidayah
55
Nayla Na’imatur Rizkiyah
Ulya C
Tahfidz III
56
Nita Indarwati
Ulya C
Tahfidz III
57
Ngizatun Asiah
Wustho B
Al-Hidayah
58
Nunung Lutfiyani
I’dadiyah C
Al-Hikmah
59
Nur Hasanah
Ula C
AHC II
60
Nurjanah
Ulya C
Al-Hikmah
61
Nurul Fathiyyah
Ulya C
Tahfidz III
62
Nurwanto
Ula A
Utsman
63
Nuzulul Hikamh Balighoh
Wustho B
Al-HIdayah
64
Rahma Wati Dewi
Wustho C
AHC II
65
Rani Ulfah Sofiyana
Ulya C
Tahfidz II
66
Rifqiyyatush Sholihah Al-Mahiroh
Ula C
Al-Hidayah
67
Rika Istiqomah
I'dadiyah B
An-Nuur
68
Rini Susanti
Wustho C
An-Najah
69
Rizka Amalia
Ula B
Tahfidz II
70
Rizky Muhammad Habibi
Wustho A
Abu Bakar
71
Saifun Nurkhafid
Wustho A
Pembina SMA
72
Salman Hudi
Wustho A
Al-Farabi
73
Siti Farikhatun
Ula C
An-Nur
74
Siti Inganatut Thoyibah
I’dadiyah C
An-Najah
75
Siti Rofingah
I’dadiyah C
Al-Hikmah
76
Tsalis Nurul Azizah
Ulya C
Halimah
77
Tsalitsa Kamalina
I’dadiyah B
An-Nur
78
Turnomo
Ulya A
Utsman
79
Uchti Nurul Fadilah
I’dadiyah C
An-Najah
80
Ulfa Qomariyah
Ulya C
An-Nuur
81
Ulfah Lailiyah
Wustho C
An-Najah
82
Umi Masitoh
Ulya C
Al-Hikmah
83
Windari
I’dadiyah C
Al-Hikmah
84
Wulandari
Ula B
Al-Hikmah
85
Yassirli Amria Wilda
Ulya C
Tahfidz III

*Belum termasuk peserta tambahan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mujmal dan Mubayyan

A.MUJMAL 1.Pengertian Mujmal Mujmal ialah suatu lafadz yang belum jelas,yang tidak dapat menunjukkan arti sebenarnya apabila tidak  ada keterangan lain yang menjelaskan. Penjelasan ini disebutalbayan. Ketidakjelasan ini disebut ijmal. 2.Contoh Lafadz Mujmal Contoh lafadz yang mujmal, sebagaimana firman Allah: وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ...Perempuan yang diceraikan suaminya, menantikan iddahnya tiga quru.’”(Q.S. al-Baqarah[2]: 228). Lafadz quru’ ini disebut dengan mujmal karena mempunyai dua makna, yaitu haid dan suci. Kemudian mana di antara dua macam arti yang dikehendaki  oleh ayat tersebut maka diperlukan penjelasan, yaitu bayan. Ini adalah contoh yang  ijmal dalam lafadz tunggal. Contoh dalam lafadz yang murakkah (susunan kata-kata) sebagai berikut: ...أَوْ يَعْفُوَ الَّذِي بِيَدِهِ عُقْدَةُ النِّكَاحِ... “Atau orang yang memegang ikatan pernikahan memaafkan.”(Q.S.Al-Baqarah [2]: 237). Dalam ayat  tersebut masih terdapat ijmal tentang menentukan siapa …

Batasan Aurat Menurut 4 Madzhab

Disususn oleh: 1.Sofi Salma Latifah 2.Tsalitsa kamallina 3.Siti Rojiatul  Alawiyah 4.Siti Khanifah 5.Usailatu W
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Telah kita ketahui bahwa aurat wanita alaha dari ujung kepala hingga ujung kaki kecuali, wajah dan telapak tangan. Tetapi banyak wanita yang menyalah gunakan aturan itu. Banyak diantara mereka yang enggan menutup seluruh bagian dari aurat mereka karena beberapa alasan.
Kita tahu bahwa salah satu ciri yang dapat ditunjukkan wanita muslimah adalah menjaga aurat atau menutup aurat. Tetapi dijaman sekarang ini banyak wanita yang enggan memakai jilbab baik menutup kepala atau aurat. Mereka sudah terpengaruh oleh dunia model yang semakin lama semakin mencemaskan bagi kaita semua.
Oleh karena itu, kondisi yang demikian ini merupakan suatu kemunduran bagi akhlak wanita muslimah. Dalam masalah berjilbab atau menutup aurat ini para wanita banyak yang mencari-cari alasan agar bisa terlepas dari syariat atau mennemukan pembenaran bahwa tidak …

Hukum Menjadi Pegawai Di Diskotik

Nama   :Roma Wijaya Kelas   :Ulya (A) Hukum Menjadi Pegawai Di Diskotik Pada era globalisasi ini banyak sekali perkembangan – perkembangan pola hidup barat  yang mempengaruhi pola kehidupan masyarakat Indonesia,  khususnya yang berada di daerah perkotaan. Mereka lebih cepat terkontaminasi oleh gemerlap dan gaya dunia barat. Salah satu dari pengaruhnya ialah di daerah perkotaan banyak tempat – tempat yang menjadi titik central kehidupan yang cnta dunia yang dibawa oleh dunia barat. Hal ini pun dijadikan tempat lahan untuk memperkerjakan masyarakat lokal agar mendapatkan pekerjaan. Walaupun tempat tersebut yang disebut dengan diskotik menjadi lahan pekerjaan bagi para pengangguran yang berada di daerah perkotaan, namun hal ini justru menjadi problem bagi umat muslim yang menjadi pengangguran kemudian mereka bekerja di tempat tersebut. Bagaimana hukumnya bekerja di tempat seperti itu yang menjadi pusat kemaksiatan. Apalagi pada malam hari, tempat tersebut menjadi tempat para pelacur yang aka…