"MARKIPUR BERTUTUR II"


Oleh : M. Ariffurrohman


WAWASAN KEBANGSAAN

"Kembali ke Khittah Peradaban"
Akankah kita berdosa, saat diam melihat rusaknya moral bangsa, satu sisi kita sudah terlanjur tinggi dalam berpendidikan. Entah kita sadar ataukah memang dibuat tak sadar oleh diri kita sendiri yang sebegitu tidak pedulinya pada mereka para generasi muda kita yang semakin jauh dari dirinya, ya, semakin jauh dari dirinya, kenapa saya bilang demikian. kalian bisa lihat perilaku mereka yang semakin tidak mencerminkan budaya leluhurnya, lihat cara berpakaian mereka meniru siapa? lihat cara bergaul mereka, bertutur mereka, sampai cara berfikir mereka, sipa yang mereka tiru? jelas bukan leluhur kita yang mereka jadikan kiblat. sebab leluhur mereka adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ke-sopan-santunan, ke-andab-asoran, ke-tawadlu'an, leluhur mereka adalah bangsa yang luhur budi pekertinya, bangsa yang bermartabat, bangsa yang besar lebih besar dari ketahanan merka dalam menerima tempaan hidup pilu yang mereka jalani, tabah dan kuat adalah pribadinya.
Leluhur mereka adalah manusia kuat, lebih kuat dari tekanan dan himpitan hidup mereka. mereka adalah manusia yang kuat memegangi tata nilai kehidupan yang diwariskan oleh manusia nusantara, mereka saguh mempertahankan ke-dirian mereka. kalau memang kita masih punya rasa malu, seharusnya kita malu kal sampai kehilangan diri kita.

Kita semakin dijauhkan dengan rumah kita, kita lebih mengenal makanan-makanan mereka ketimbang makanan kita sendiri, kita lebih hafal nyanyian-nyanyian mereka ketimbang tembang-tembang kita sendiri, kita lebih lihai memainkan game-game mereka ketimbang dolanan-dolanan kita sendiri, kita lebih membanggakan prodak-prodak mereka bangsa asing ketimbang prodak kita sendiri.

Apakah masih ada yang setia dengan budaya kita sendiri? tanyakanlah pada diri kita masing-masing sudah sejauh mana kita menjauh dari diri kita ini? sudah sejauh mana kita meninggalkan rumah tempat tinggal kita, di tanah tempat tumpah darah para leluhur kita?
Sungguh kita akan ikut berdosa, bukan karena ketidak mauan kita, atau ketidak sanggupan kita, namun karna ketidak pedulian kita terhadap mereka para generasi kita. kejar mereka, ajak kembali mereka kepada dirinya sebelum semakin jauh meninggalkan rumahnya.

Diri kita adalah keluhuran budaya dan tradisi kita, rumah kita adalah kebesaran peradaban dan tata nilai moral Bansa kita".

0 komentar:

Posting Komentar

 

Galeri Madin Weha

Entri Populer