Langsung ke konten utama

Jilbab

Ilustrasi. Perempuan yang berjilbab kini telah bisa lepas dari stigma yang selama ini melekat seperti identik dengan fanatisme dan konservatisme agama, tidak berpikiran progresif, atau tidak bisa menjadi bagian dari kehidupan urban.

Satu tafsiran literal, aurat diartikan sebagai celah, kekurangan, sesuatu yang memalukan, atau sesuatu yang dipandang buruk dari anggota tubuh manusia dan membuat malu bila dipandang. Tafsir lain yang lebih relevan adalah istilah aurat mungkin lebih tepat diartikan sebagai yang tampak, nyata, terbuka, dan tidak ada kaitannya dengan kejelekan, karena bagian tubuh perempuan yang dipandang aurat bukanlah sesuatu yang dipandang jelek atau tidak menarik sehingga mengharuskannya ditutupi. Kata aurat tidak ada hubungannya dengan sesuatu yang jelek atau tidak menarik. Kita akan membahas fenomena manarik dimana jilbab tidak lagi dipandang sebagai aturan fundamental dalam agama, tetapi menjadi bagian dari mode atau trend berpakaian.

Sebelumnya kita akan melihat aturan fiqh tentang perempuan yang berkaitan dengan aurat. Selain batasan tubuh perempuan yang boleh diperlihatkan atau tidak, aurat sendiri sebagai istilah untuk bagian tubuh yang terlarang diperlihatkan kepada orang lain memiliki pandangan yang beragam. Terkait bagian tubuh yang boleh diperlihatkan atau tidak, pandangan yang ekstrem menyatakan seluruh tubuh perempuan adalah aurat; pandangan dominan menyatakan aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, dan pandangan yang lainnya lagi adalah melihat adat kebiasaan atau aturan kepantasan yang berlaku umum di masyarakat sebagaimana secara eksplisit dijelaskan dalam QS. An-Nūr 24: 31, wa lā yubdīna zīnatahunna ‘illā mā žahara minhā (dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak). Frasa “yang biasa nampak” mungkin berbeda pemaknaannya disetiap masyarakat, adat, atau kebudayaan yang berbeda.

Aturan aurat dalam Islam ini kemudian menjadi kompleks dan mencakup banyak hal. Misalnya tentang pakaian yang mempelihatkan lekuk tubuh, pakaian yang tidak menutupi warna kulit, tentang aurat sesama perempuan dan hukum perempuan yang melihat aurat perempuan lain, aurat perempuan dan laki-laki yang mahram dan bukan mahram, aurat perempuan dan laki-laki dalam shalat, hukum berjabat tangan antara perempuan dan laki-laki, aurat perempuan yang masih kecil, aturan jilbab, tentang menutup wajah, melihat bagian aurat yang tertutup kain, menyentuh aurat di atas kain penutup, tentang suara perempuan, pakaian perempuan di luar rumah seperti di salon, klub olahraga, kolam renang dan tempat lainnya; perkecualian sehubungan dengan pernikahan dan sejauh mana peminang mempunyai hak melihat perempuan yang akan dipinang sebelum dinikahi, tidak perlunya berhijab didalam rumah, dan lainnya. Masing-masing permasalahan ini ada perbedaan pendapat. Pandangan tentang aurat, pakaian, dan aturan lainnya terkait perempuan ini juga perlu dijelaskan satu-persatu. Sekarang kita akan melihat fenomena dimana jilbab telah menjadi mode atau trend berpakaian.

Realitasnya, dalam Islam pandangan tentang jilbab itu beragam, selain dianggap sebagai syari’at Islam yang asasi, perspektif lain lebih melihat jilbab sebagai tradisi, dan tidak ada hubungannya dengan keislaman atau merupakan representasi keimanan. Tentang fenomena jilbab dimana sekarang telah menjadi bagian dari mode atau trend berpakaian – sebagai fashion, kedudukan jilbab kini dianggap sama dengan pakaian lainnya. Hal ini tidak bisa juga disalahkan. Pertama, karena pandangan tentang aurat beragam maka prinsip dasar tentang apa yang disebut sebagai pakaian Islami akhirnya menjadi sangat interpretable. Kedua, secara mendasar konsep menutup aurat dalam Islam adalah bukanlah bentuk pengekangan, tetapi lebih dimaksudkan sebagai proteksi dan mengangkat kehormatan perempuan. Ketiga, nilai positifnya adalah perempuan yang berjilbab kini telah bisa lepas dari stigma yang selama ini melekat seperti identik dengan fanatisme dan konservatisme agama, tidak berpikiran progresif, atau tidak bisa menjadi bagian dari kehidupan urban. Kita tidak perlu kaget lagi melihat perempuan-perempuan berjilbab tampil seksi didepan publik, mewarnai kehidupan malam kota-kota besar, menyalurkan hobinya di klub olahraga, menjadi model, menghiasi iklan produk kecantikan dan perawatan tubuh, berpetualang, dan seterusnya. Jadi biarlah jilbab menjadi gaya berpakaian. Setuju?

Tema ini akan dibahas dalam Bahtsul Masail Kelas Ula C
15 Oktober 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mujmal dan Mubayyan

A.MUJMAL 1.Pengertian Mujmal Mujmal ialah suatu lafadz yang belum jelas,yang tidak dapat menunjukkan arti sebenarnya apabila tidak  ada keterangan lain yang menjelaskan. Penjelasan ini disebutalbayan. Ketidakjelasan ini disebut ijmal. 2.Contoh Lafadz Mujmal Contoh lafadz yang mujmal, sebagaimana firman Allah: وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ...Perempuan yang diceraikan suaminya, menantikan iddahnya tiga quru.’”(Q.S. al-Baqarah[2]: 228). Lafadz quru’ ini disebut dengan mujmal karena mempunyai dua makna, yaitu haid dan suci. Kemudian mana di antara dua macam arti yang dikehendaki  oleh ayat tersebut maka diperlukan penjelasan, yaitu bayan. Ini adalah contoh yang  ijmal dalam lafadz tunggal. Contoh dalam lafadz yang murakkah (susunan kata-kata) sebagai berikut: ...أَوْ يَعْفُوَ الَّذِي بِيَدِهِ عُقْدَةُ النِّكَاحِ... “Atau orang yang memegang ikatan pernikahan memaafkan.”(Q.S.Al-Baqarah [2]: 237). Dalam ayat  tersebut masih terdapat ijmal tentang menentukan siapa …

Batasan Aurat Menurut 4 Madzhab

Disususn oleh: 1.Sofi Salma Latifah 2.Tsalitsa kamallina 3.Siti Rojiatul  Alawiyah 4.Siti Khanifah 5.Usailatu W
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Telah kita ketahui bahwa aurat wanita alaha dari ujung kepala hingga ujung kaki kecuali, wajah dan telapak tangan. Tetapi banyak wanita yang menyalah gunakan aturan itu. Banyak diantara mereka yang enggan menutup seluruh bagian dari aurat mereka karena beberapa alasan.
Kita tahu bahwa salah satu ciri yang dapat ditunjukkan wanita muslimah adalah menjaga aurat atau menutup aurat. Tetapi dijaman sekarang ini banyak wanita yang enggan memakai jilbab baik menutup kepala atau aurat. Mereka sudah terpengaruh oleh dunia model yang semakin lama semakin mencemaskan bagi kaita semua.
Oleh karena itu, kondisi yang demikian ini merupakan suatu kemunduran bagi akhlak wanita muslimah. Dalam masalah berjilbab atau menutup aurat ini para wanita banyak yang mencari-cari alasan agar bisa terlepas dari syariat atau mennemukan pembenaran bahwa tidak …

Hukum Menjadi Pegawai Di Diskotik

Nama   :Roma Wijaya Kelas   :Ulya (A) Hukum Menjadi Pegawai Di Diskotik Pada era globalisasi ini banyak sekali perkembangan – perkembangan pola hidup barat  yang mempengaruhi pola kehidupan masyarakat Indonesia,  khususnya yang berada di daerah perkotaan. Mereka lebih cepat terkontaminasi oleh gemerlap dan gaya dunia barat. Salah satu dari pengaruhnya ialah di daerah perkotaan banyak tempat – tempat yang menjadi titik central kehidupan yang cnta dunia yang dibawa oleh dunia barat. Hal ini pun dijadikan tempat lahan untuk memperkerjakan masyarakat lokal agar mendapatkan pekerjaan. Walaupun tempat tersebut yang disebut dengan diskotik menjadi lahan pekerjaan bagi para pengangguran yang berada di daerah perkotaan, namun hal ini justru menjadi problem bagi umat muslim yang menjadi pengangguran kemudian mereka bekerja di tempat tersebut. Bagaimana hukumnya bekerja di tempat seperti itu yang menjadi pusat kemaksiatan. Apalagi pada malam hari, tempat tersebut menjadi tempat para pelacur yang aka…