Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Wadjda (2012)

Oleh Ahmad Farid Mubarok
Film ini menceritakan kisah seorang anak bernama Wadjda yang berharap bisa memiliki sepeda sendiri sehingga dia bisa balapan dengan tetangga sekaligus temannya Abeer. Satu-satunya masalah adalah bahwa Wadjda adalah seorang gadis, dan perempuan dalam masyarakat Arab Saudi tidak naik sepeda karena dianggap mainan anak laki-laki. Sebagaimana yang kita ketahui, kode moral Arab Saudi melarang perempuan mengemudi, pergi keluar di depan umum tanpa pendamping, menentang perintah suami mereka dengan cara apapun, dan sebagainya. Film ini menggambarkan realitas kehidupan perempuan di Arab Saudi dengan cara yang sangat menarik melalui sebuah cerita sederhana dan pribadi gadis kecil.
Melalui film ini kita diperkenalkan kepada masyarakat dan budaya, dan khususnya, perlakuan terhadap anak perempuan dan perempuan. Film ini relevan dengan isu-isu masyarakat di Arab Saudi saat ini, sebuah negara yang mendeklarasikan dirinya sebagai negara Islam. Saya tidak bisa mengatakan Wadjda …

Hukuman Mati, Relevankah?

Tema Bahtsul Masail Kelas Ula C Madarsah Diniyah Wahid Hasyim Rabu, 26 November 2014

Oleh Ahmad Farid Mubarok

Hukuman mati merupakan hukuman maksimal yang diakui kelegalannya didalam hukum Islam dan hukum postif. Dalam perspektif hukum Islam, hukuman mati (uqbah al-‘idam) ditemukan dalam tiga bentuk pemidanaan, yaitu hudud, qishas,dan ta’zir. Hukum Islam memberlakukan hukuman mati untuk tindak kejahatan (jarimah) tertentu. Dalam hudud, ancaman hukuman mati ditujukan bagi pelaku zina muhson, pengganggu keamanan (hirabah), al-baqyu dan riddah. Dalam qishas, ancaman hukuman mati ditujukan bagi pelaku pembunuhan yang disengaja (pembunuhan berencana), dimana pelaku pembunuhan harus menanggung balasan hukum yang sepadan dengan yang diperbuat. Sedangkan dalam ta’zir, ancaman hukuman mati ditujukan bagi pelaku jarimah di luar qishas dan hudud, yang oleh penguasa diyakini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup dan kemaslahatan masyarakat luas. Begitu juga didalam Hukum Positif, sesuai ketentuan…

renungan

Renungan Lir iLir Bisakah luka yang teramat dalam ini nantinya akan sembuh,
bisakah kekecewan dan keputusasaan yang mengiris-iris hati berpuluh-puluh juta saudara kita ini pada akhirnya nanti akan kikis,
adakah kemungkinan kita merangkak naik kebumi dari jurang yang teramat curam dan dalam,

akankah api akan berkobar-kobar lagi apakah asap akan membumbung tinggi dan memenuhi angkasa tanah air,
akankah kita akan bertabrakan lagi jarah menjarah dengan pengorbanan yang tak terkirakan,
adakah kita tahu apa yang sebenarnya sedang kita jalani,

bersediakah sebenarnya kita untuk tau persis apa yang sesungguhnya kita cari, cakrawala manakah yang menjadi tujuan sebenarnya langkah-langkah kita,
pernahkah kita bertanya bagaimana melangkah yang ,
pernakah kita mencoba menyesali hal-hal yang barangkali perlu kita sesali dari prilaku-prilaku kita yang kemarin,
bisakah kita menumbuhkan kerendah hatian dibalik kebanggaan-kebanggaan,

masih tersediakah ruang di dalam dada kita dan akal kepala kita untuk s…

“Bersahabat dengan Tuhan”

“Bersahabat dengan Tuhan”
Kalau dari dulu saya tau bahwa sakit dan penderitaan adalah salam sapa dari Tuhan, maka tak akan ku siasiakan dia. Kalau dari dulu saya tau bahwa kefakiran dan ke-tak berdayaan adalah salam persahabatan dari Tuhan, pastilah saya tidak akan mencibir dan membencinya. Seandainya dari dulu saya tau bahwa keperihatinan hidup dan kesengsaraan hidup adalah salam rindu dari Tuhan, maka akan saya penuhi hidup ini dengannya. Dan kalaupun dari dulu saya tau bahwa kekayaan, ketenaran, dan kemewahan dunia adalah salam peringatan dari Tuhan, maka saya akan buru-buru membuangnya.


Apakah ini yang disebut kerinduan, rindu kepada seorang yang memberikan warna batin hingga menjadikan ruh ini memiliki sinarnya. Apakah ini yang dinamakan kegersangan jiwa yang tumpul akibat lalai lama tak menemui batu pengasah yang selama ini menajamkannya.
Demikianlah pertanyaan yang tiba-tiba menyambangi fikiranku, sudah beberapa kali pertemuan jasad ini seakan berat untuk diajak kembali pada rutin…

Formulir Data Santri

Diharuskan bagi santri Angkatan 2013/2014 untuk mengisi data pribadi santri. Download Formulir Data Santri Madrasah Diniyah Wahid Hasyim

Pesona Pesantren Sebagai Soko Penegak Eksistensi NKRI

Pesona Pesantren Sebagai Soko Penegak Eksistensi NKRI
Dalam terminologi jawa soko adalah suatu elemen sangat penting yang difungsikan sebagai penyangga dari beberapa perangkat yang laian dalam sebuah satu kesatuan bangunan, semakin banyak soko yang berdiri tegak menyangganya maka akan semakin kuat pula bangunan tersebut. Kokoh dan tidaknya suatu Negara bergantung seberapa banyak dan seberapa kuat tiang penyangganya.
Melihat begitu pentingnya peranan “soko” bagi tegaknya suatu capaian bangunan yang memiliki tingkat eksistensi tinggi, pesantren adalah salah satu yang layak diperhitungkan keberadaannya. Pesantren merupakan buah hati dari keharmonisan hubungan antara tradisi Nusantara dan wawasan keilmuan yang dimiliki oleh para Ulama’ sepuh terdahulu. Masyarakat kita masih banyak yang mengatakan bahwa pesantren adalah salah satu pusaka dari sekian banyak pusaka-pusaka lain yang dimiliki oleh Negeri ini, sesuatu yang sangat berharga bagi Negeri, bahkan masih banyak orang yang mengatakan pes…

Janji Setia untuk Kembali Bersama

Janji Setia untuk Kembali Bersama
Oleh : M. Ariffur R.

Tampaknya hati ini benar-benar masih kotor, masih keruh, masih belum legowo menerima hal-hal yang baik. Bukankah sholawat itu baik, tapi kenapa telinga ini masih belum bisa menerima dan hati ini masih belum mengakui bahwa itu baik. Sungguh sebegitu keruhnya hati ini. 

Bukankah muratal dan tadarus al-qur’an itu sangat baik, tapi kenapa masih saja telinga ini risih mendengarnya dan hati ini belum mau mengakuinya. Sungguh sebegitu  kelamnya hati ini.
Apa gunanya setiap hari mata dipaksa untuk melihat tulisan-tulisan penuh akan nasehat, piwulang dan petunjuk akan kebenaran, apa manfaatnya telinga setiap hari dijejali wejangan-wejangan sarat akan pitutur-pitutur luhur dan untaian-untaian mutiara hikmah. Setiap pagi, siang, sore dan malam mulut tanpa henti ber-ungkap tentang kebaikan dan kebenaran, tapi tak sedikitpun hatimu tersingkap, setiap saat, setiap waktu mulut kau biarkan berbusa untuk ber-ujar tentang keindahan, namun tak sedikitpu…

SOKO NUSWANTORO